logo mahkamah agung website ramah difable

IKAPS

pta-semarang.go.id l 07/12/2012

Pagi Jum’at 7 Desember 2012 yang cerah secerah suasana di ruang Ceramic II Hotel Semesta Jl.K.H.Wahid hasyim Nomor 125-127 Semarang, tempat diadakanya acara memperingati  Hari Ulang tahun IKAPS yang ke V sekaligus dalam rangka memperingati hari ibu dengan mengambil thema “ Re Orientasi Penanganan  Perkara di Peradilan Agama”. IKAPS adalah akronim dari Ikatan Advokat Perempuan Semarang, sehingga tidak heran jika pada pagi itu orang nomor satu di Pengadilan Tinggi Agama Semarang Drs.H.Wildan Suyuti Mustofa.SH.MH selaku nara sumber di kelilingi wanita

wanita cantik karena memang persertanya adalah Advokat wanita sesuai dengan nama wadahnya advokat perempuan. Acara yang dimulai dengan pembukaan dilanjutkan laporan Ketuan Panitia oleh Winny Astuti,SH. Dan sambutan oleh Ketua IKAPS Hj.Asih Budiastuti,SH.CN  yang sekaligus membukan diskusi tersebut secara resmi baik ketua panitia maupun ketua IKAPS pada prinsipnya sama mohon petunjuk kepada Orang Nomor satu di PTA Semarang ini juga kepada nara sumber  dari Pengadilan Agama Semarang Bpk.Drs.H.Wahyudi,SH.MH yang terkait dengan cara beracara di Peradilan Agama.

alt

alt

Pada kesempatan yang sangat penting bagi para penegak hukum Indonesia hususnya di kota Semarang acara Re Orientasi  Penangan Perkara di Pengadilan Agama sangatlah perlu untuk di fahami mengingat Peradilan Agama salah satu lembaga yang berada di bawah Mahkamah Agung yang menurut IKAPS Peradilan Agama adalah Peradilan yang sukses dalam bidang Reformasi Birokrasi. Pada kesempatan diskusi ini Drs.H.Wildan Suyuti,SH.MH. menyampaikan  Kapita Selekta Perdata Agama Dan Acara, yang juga menyinggung adanya paradigma baru di Peradilan Agama Pasca  atas perubahan Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989 tentang peradilan Agama  menjadi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 . Anggota IKAPS yang usianya rata-rata masih relatif muda menurut Wildan Suyuti yang mengutip pepatah presiden pertama Indonesia  “  Siapa yang bisa mengusai kaum muda itulah yang bisa menguasai zaman yang akan datang “ sudah barang tentu kaum muda yang mempunyai (1).Kematangan intelektual, (2). Ketrampilan Profesionalisme dan (3 ).Integritas moral yang tinggi, sebagai para advokat yang masih muda-muda 3 syarat tadi .

Rupanya acara diskusi tersebut tidak saja terbatas pada tata cara beracara di Peradilan Agama namun menjadi ajang penyampaian permasalahan bagi anggota IKAPS itu sendiri  selama beracara di Peradilan Agama, masalah tersebut juga sekaligus sebagai masukan bagi KPTA Semarang tentang kondisi dilapangan  baik itu secara teknis maupun non teknis yang tentunya bisa di jadikan bahan pembinaan kebawah.

 

alt

Pada kesempatan yang sama disampaikan juga cara prosedur berperkara di Peradilan Agama materi ini disampaikan oleh nara sumber dari Pengadilan Agama. Para peserta cukup antusias sehingga diskusi menjadi hidup karena Advokat adalah patner kerja bagi aparat di Pengadilan. Ahirnya DIRGAHAYU IKAPS yang V moga makin profesional dan jaya. ( el4 )

 

Add comment

Terima Kasih Sudah Berkomentar dengan Baik


Security code
Refresh


Sistem Informasi Penelusuran Perkara

TypographyDengan diterbitkannya Surat Edaran Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 3/DJU/HM02.3/6/2014 tentang Administrasi Pengadilan Berbasis Teknologi Informasi maka peran Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP Versi 3.1.3), selanjutnya disebut sebagai SIPP, menjadi semakin penting dan diandalkan untuk proses administrasi dan penyediaan informasi baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.

Lebih Lanjut

Pencarian Peraturan Perundangan, Kebijakan Peradilan dan Yurisprudensi

Pencarian Peraturan Perundangan, Kebijakan Peradilan dan Yurisprudensi Pencarian cepat data Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Mahkamah Agung Republik Indonesia

 

LPSE

TypographyLayanan Pengadaan Secara Elektronik Mahkamah Agung RI.

Kunjungi

E-LEARNING

TypographyE-Learning Mahkamah Agung RI

Kunjungi