pasurakarta

PERUBAHAN EMAIL DELEGASI

Kami umumkan bahwa alamat email Pengadilan Agama Surakarta terkait DELEGASI PANGGILAN telah berubah menjadi kepaniteraan.paska@gmail.com, adapun email yang dikirimkan selain alamat tersebut tidak dapat kami proses.
PERUBAHAN EMAIL DELEGASI

INOVASI PELAYANAN

menampilkan informasi umum Pengadilan Agama Surakarta serta informasi perkara, seperti Jadwal Sidang, Antrian Sidang Online, BIaya Perkara dll
INOVASI PELAYANAN

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

Prosedur Berperkara

Silahkan klik tautan dibawah ini untuk melihat Prosedur Berperkara pada Pengadilan Agama Surakarta
Prosedur Berperkara

BIAYA PERKARA

Silahkan klik tautan dibawah ini untuk melihat Biaya Berperkara pada Pengadilan Agama Surakarta
BIAYA PERKARA

Zona Integritas

Kami berkomitmen untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, melayani dan bebas korupsi.
Zona Integritas

Sistem Informasi Pengawasan

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
Sistem Informasi Pengawasan

e-Court Mahkamah Agung RI

layanan bagi Pengguna Terdaftar untuk Pendaftaran Perkara Secara Online, Mendapatkan Taksiran Panjar Biaya Perkara secara online, Pembayaran secara online dan Pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik.
e-Court Mahkamah Agung RI
  • Sistem Informas Penelusuran Perkara

    Melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), anda akan mengetahui tahapan, status dan riwayat perkara.

  • Jadwal Sidang

    Pengadilan Agama memberikan kemudahan akses informasi jadwal sidang untuk para pihak yang sedang berperkara.

  • Delegasi

    Informasi Panggilan Delegasi, Bantuan Panggilan / Pemberitahuan Antar Pengadilan

  • Biaya Perkara

    Estimasi panjar biaya yang dibayar oleh pihak yang berperkara dalam proses penyelesaian suatu perkara.

  • E Court

    Layanan Pendaftaran Perkara, Taksiran Panjar Biaya Perkara, Pembayaran dan Pemanggilan yang dilakukan Secara Online.

  • Siwas

    SIWAS adalah aplikasi pengaduan yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Selamat Datang di Website Pengadilan Agama Surakarta | Media Informasi dan Transparansi Peradilan | Marhaban Ya Ramadhan, bulan yang penuh berkah, dimana pahala bisa berlipat ganda di bulan ini. Marilah berlomba-lomba berbuat kebaikan dan jauhi hal-hal yang dapat membuat dosa. | Budaya Kerja | 5 R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) 3 S (Senyum, Salam dan Sapa).

AnalysisTelusuri proses penyelesaian perkara Anda 

Sowan Kepada Mantan Ketua MIT Surakarta

Surakarta | pasurakarta.go.id

Hari ini Minggu, 4 Nopember 2012, seusai menikmati Solo Car Free Day dengan berolah raga dan sarapan, saya mendatangi bangunan di Jalan Slamet Riyadi Solo No. 308 atau seberang Stadion R Maladi (tempat PON pertama kali di Indonesia tahun 1948). Bangunan itu merupakan bekas  Hof voor Islamietische Zaken atau Mahkamah Islam Tinggi (MIT) Surakarta. Yaitu lembaga peradilan tingkat banding dalam perkara ahwal syakhshiyyah bagi umat Islam yang bertempat tinggal di Jawa dan Madura. MIT Surakarta berdiri tahun 1937 berdasarkan Staatsblad No. 610 dan beroperasi

sampai dibubarkannya tahun 1987. Sejak tahun 1987 didirikan lembaga peradilan tingkat banding di tiap-tiap Propinsi. MIT Surakarta kemudian menjelma menjadi Pengadilan Tinggi Agama (PTA) dan dipindahkan ke Semarang sebagai ibukota Propinsi Jawa Tengah. Bekas bangunannya dialihfungsikan menjadi masjid.

Setelah menelusuri bekas ruang-ruang MIT, mengamati-amati barang-barang antik seperti keramik, kaca dan kayu serta mengambil gambar seperlunya, saya melanjutkan kunjungan ke tokoh yang pernah memimpin bangunan cagar budaya itu. Namanya Drs. H. Thoyib Mangkupranoto.

Mbah Thoyib tinggal di Jalan KH. Samanhudi No. 129 Solo. Jarak rumah beliau dari bekas bangunan MIT sekitar 10 menit dengan motor. Setelah memperkenalkan diri, saya dipersilakan duduk. Beliau begitu senang menyambut kehadiran saya. Kesan saya, Mbah Thoyib betul-betul rojulun thoyib (orang baik). Meskipun usianya sudah 78 tahun, kesehatannya sudah menurun dan bahkan untuk berjalan beliau harus berpegangan tongkat, namun ingatan beliau masih kuat.

Saya sampaikan kepada Mbah Thoyib bahwa saya sengaja bersilaturrahmi kepada beliau sebagai seorang yunior kepada senior atau sebagai seorang anak kepada bapaknya. Meskipun baru kenal dan baru pertama bertemu, saya merasa dekat dengan beliau. Banyak hal yang saya tanyakan, dan beliau pun menjelaskannya dengan penuh semangat. Saya mencatat setiap penjelasan beliau yang memiliki nilai historis.

Bangunan Bekas MIT Surakarta (Dok. Fahrurrozi Zawawi)

Saya bertanya, Mbah Thoyib menjelaskan (Dok. Fahrurrozi Zawawi)

Mbah Thoyib lulusan Sekolah Guru dan Hakim Agama (SGHA) Yogyakarta, Jurusan Hakim, tahun 1956. Menurut beliau, pada tahun 1956 minat orang untuk melamar menjadi hakim sangat rendah. Saat itu, kehidupan hakim sangat mengenaskan, makanya sedikit sekali yang mau menjadi hakim. Meskipun demikian, Mbah Thoyib menjatuhkan pilihan hidupnya di dunia peradilan. Beliau mengawali karir sebagai staf pada Biro Peradilan Agama di Jakarta, lalu menjadi Panitera Kepala Mahkamah Syar’iyah Padang.

Pada tahun 1970, Mbah Thoyib meraih gelar Doctorandus (Drs) dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejak tahun 1972, Mbah Thoyib ditugaskan di MIT Surakarta sebagai Hakim, kemudian pada tahun 1973 dilantik sebagai Wakil Ketua dan pada tahun 1982 dilantik sebagai Ketua MIT Surakarta. Beliau menceritakan betapa memprihatinkan keadaan Peradilan Agama pada tahun 70-an. Lantaran tidak ada atau minimnya anggaran, bangunan Peradilan Agama hanya seadanya saja. Misalnya, Pengadilan Agama Wonosari menempati bekas gudang gaplek, Pengadilan Agama Kudus harus menempati sebuah ruangan di depan Masjid Kudus seluas 4 x 8 meter bersama-sama dengan Kantor Urusan Agama.

Pengadilan Agama Surakarta pun setelah pindah dari Komplek Masjid Agung, hanya diberi lahan tanah di bekas kuburan. Pemerintah daerah cuma memberi tanah, sedangkan biaya pembongkaran kuburan diserahkan pihak Pengadilan. Karena bekas kuburan, di awal-awal menempati gedung baru itu ada seorang hakim perempuan bernama Kusmiyati yang tidak mau minum teh di kantor.

Pengadilan Agama Jepara juga sama nasibnya dengan Surakarta. Pengadilan Agama Jepara diberi sebidang tanah bekas kuburan Cina. Hanya saja lokasinya berada di puncak gunung. Bedanya, Surakarta menerima tanah bekas kuburan itu, sedangkan Jepara menolak sesuai saran Mbah Thoyib sebagai Ketua MIT Surakarta saat itu.

Selain gedung bangunan yang memprihatinkan, waktu itu belum ada kendaraan dinas untuk operasional kantor. Struktur organisasi juga belum diatur. Kepangkatan hakim dan pegawai sangat rendah, rata-rata I/a dan II/b. Baru pada tahun 1976 hakim di MIT dan peradilan tingkat pertama mendapat honorarium sebesar Rp 1.000,- (seribu rupiah) setiap bulan dan itupun baru bisa diambil setelah setahun berjalan. Betul-betul menyedihkan.

 Mbah Thoyib (tengah) bersama para Hakim MIT Surakarta (Dok. Thoyib Mangkupranoto)

 Setelah MIT dibubarkan tahun 1987, dan dibentuk PTA di tiap-tiap Propinsi, Mbah Thoyib ditugaskan sebagai Ketua PTA Surabaya (1987-1992), lalu menjadi Hakim Tinggi Pengawas di MA (1992-1995), kemudian menjadi Ketua PTA Yogyakarta sampai pensiun tahun 1999.

Di hari-hari tuanya, Mbah Thoyib aktif mengelola Yayasan Umat Islam Kaliyoso (Yaumika) dan Yayasan Masjid dan Pondok Pesantren Muttaqin Sondakan Solo. Selain itu, beliau juga rajin menulis. Ada beberapa buku yang sudah beliau tulis. Saya diberi hadiah 2 buku karya beliau berjudul Menumbuhkembangkan Agama Islam di daerah Bekas Perdikan di Surakarta dan buku berjudul Pandangan Islam terhadap Hukum Riba. Tidak hanya menulis buku, beliau juga memiliki hobi menulis puisi. Saya sempat diminta membacakan puisi karya beliau berjudul Selamat Hari Raya Idul Fitri. Puisi-puisi beliau banyak dimuat di Mimbar Hukum pada kolom Apresiasi.

Selain bercerita, Mbah Thoyib juga mengajak saya masuk ke kamar tidurnya untuk melihat album foto semasa beliau bertugas. Dengan telaten penuh kesabaran, beliau menerangkan foto demi foto.

Sebenarnya, 2 jam bersama Mbah Thoyib terasa masih kurang. Ada banyak hal lagi yang ingin saya tanyakan kepada beliau. Namun apa daya. Anak saya, Fayad, merengek-rengek ingin pulang. Padahal sejak masuk rumah pun, dia hanya duduk sebentar lalu bermain di luar. Maklum usianya belum genap 5 tahun. Maunya hanya bermain dan bermain. Dan, itu cocoknya suasana sepertiCar Free Day. Insyaallah, saya akan sowan lagi ke Mbah Thoyib.

 

 

 

 Aplikasi Pendukung di Lingkungan Peradilan Agama

       

       

 


Hubungi Kami

Home Pengadilan Agama Surakarta

location icon 1 Jalan Veteran No. 273 Surakarta 57155

location icon Surakarta - Jawa Tengah

phone icon Telp: (0271) 636270

Fax icon Fax: (0271) 643643

Communication email blue icon Email : pasurakarta@gmail.com | pasurakarta@yahoo.com 

Peta Lokasi