Menu Utama

Prosedur Berperkara

Apakah anda pihak yang akan berperkara di kantor Pengadilan Agama Surakarta? Berikut kami sajikan bagaimana prosedur berperkara di Pengadilan Agama Surakarta. Klik disini

Panjar Biaya Perkara

Setelah anda mengetahui bagaimana Prosedur Berperkara, berikut kami sajikan besarnya Panjar Biaya Perkara di kantor Pengadilan Agama Surakarta. Klik disini

Maklumat Pelayanan

Apakah anda sedang berperkara di kantor Pengadilan Agama Surakarta ? Mohon diperhatikan tentang maklumat pelayanan kami. Klik disini

 

 

 

Sepuluh Pesan Dirjen Badilag untuk Pimpinan Pengadilan

Sepuluh Pesan Dirjen Badilag untuk Pimpinan Pengadilan

 

Jakarta l badilag.mahkamahagung.go.id

 

Selama dua pekan awal Januari 2017, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Drs. H. Abdul Manaf, M.H. banyak berinteraksi dengan aparatur peradilan agama dari Sumatera hingga Papua, baik secara tatap muka langsung maupun melalui telekonferensi.

Jika disarikan, ada sepuluh pesan penting yang disampaikan Dirjen Badilag untuk aparatur peradilan agama, khususnya yang saat ini menjadi pimpinan. Berikut ini 10 pesan tersebut:

 

1.  Harus mampu menunjukkan pelayanan terbaik

Pengadilan memberikan pelayanan kepada banyak pihak. Ada pelayanan kepada pihak internal, ada pula pelayanan untuk pihak eksternal. Yang harus lebih diutamakan adalah pelayanan eksternal, yaitu pelayanan kepada para pencari keadilan, sejak sebelum pendaftaran perkara, hingga persidangan dan diperolehnya produk pengadilan seperti putusan/penetapan dan akta cerai.

“Mari kita melayani umat di republik ini sebaik-baiknya,” ujarnya.

 

2. Harus mewujudkan dan memelihara kekompakan

Menurut Dirjen Badilag, setiap aparatur peradilan agama harus bertugas sesuai tupoksi masing-masing, sehingga tidak ada tugas yang tidak dikerjakan dan tidak ada tugas yang diperebutkan atau tumpang tindih. “Bekerja sama dan sama-sama kerja,” tuturnya.

     Selain itu, pimpinan pengadilan mesti saling memahami dan senantiasa 

     berkoordinasi. “Harus bersanding, bukan bertanding,” ia menegaskan.        

 

3. Tidak boleh abai terhadap penggunaan anggaran

Ketua dan wakil ketua pengadilan harus tahu dan selalu memonitor penggunaan anggaran DIPA oleh sekretaris dan jajarannya, terutama anggaran berupa belanja modal. Tahun ini banyak PA/MS yang memperoleh belanja modal untuk keperluan SIPP. Sebagian PA/MS juga mendapat anggaran untuk ATR (Audio to Text Recording) dan e-SKUM.

“Pastikan barang-barang yang dibeli sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Jangan asal murah, tapi kualitasnya buruk,” Pak Dirjen mengingatkan.

 

4. Administrasi perkara harus dikerjakan dengan tertib dan seksama

Seluruh buku register, jurnal dan laporan yang terkait dengan administrasi perkara harus dikerjakan dengan tertib dan seksama.

“Percuma sekolah tinggi-tinggi dan datang jauh-jauh kalau malah membawa ketidaktertiban,” kata Dirjen Badilag.

 

5. Kebersihan kantor harus selalu dijaga

 

Kantor pengadilan sudah semestinya bersih dan tertata rapi. Dirjen Badilag tidak ingin gedung-gedung pengadilan di lingkungan peradilan agama yang sudah dibangun dengan uang rakyat itu tidak terawat dengan baik. “Kantor pengadilan harus lebih bersih daripada pasar,” ujarnya.

Ia menghimbau agar seluruh pengadilan di lingkungan peradilan agama menyelenggarakan kerja bakti secara rutin. “Kalau kantor PA terdiri dari 20 ruangan dan ada 30 pegawai, masa tidak bisa bersih?” tuturnya.

 

 

6. Perlu menjalin silaturrahmi dengan peradilan dan instansi lain

 

Sebagai sesama aparatur peradilan yang berada di bawah MA, hendaknya pimpinan pengadilan dari lingkungan peradilan agama menjalin silaturrahmi dengan unsur-unsur dari lingkungan peradilan-peradilan lainnya. Selain itu, kita perlu melihat-lihat pengadilan lain untuk berkompetisi dalam kebaikan. “Fastabiqul khairot!” seru Pak Dirjen.

Berkomunikasi dengan instansi-instansi lain juga penting, misalnya dengan Disdukcapil dan Kantor Kemenag dalam rangka menyelenggarakan pelayanan terpadu isbat nikah.

 

 

7. Pelajari dan pahami Perma 14/2016

 

Dirjen Badilag menegaskan, Perma 14/2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Ekonomi Syariah memiliki banyak dimensi yang perlu dipelajari dan dipahami. Pimpinan pengadilan harus mengerti lebih awal dan lebih mendalam.

“Sekarang kita harus menguasai penanganan perkara dengan acara sederhana. Kita juga harus lebih menguasai mediasi, arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa, serta eksekusi dan pembatalannya dalam perkara ekonomi syariah,” Dirjen menjelaskan.

 

 

8. Budayakan berbagi ilmu dan diskusi

  

Dirjen Badilag tidak ingin aparatur peradilan agama membuang waktunya untuk hal-hal yang tidak produktif, misalnya ngerumpi dan saling menjelekkan satu sama lain. Jika ada waktu luang, hendaknya pimpinan pengadilan membiasakan diri berbagi ilmu dan informasi. Kalau tidak melalui lisan, bisa juga melalui tulisan. “Tulisan-tulisan itu bisa membawa Bapak-Ibu masuk surga,” kata Pak Dirjen.

Lebih bagus lagi jika diadakan diskusi berkala, berkenaan dengan dinamika hukum dan peradilan mutakhir.

 

 

9. Perhatikan nasib tenaga honorer

 

Tiap kali berinteraksi dengan pimpinan pengadilan di lingkungan peradilan agama, Dirjen Badilag hampir selalu menanyakan jumlah honorer dan nominal gaji yang mereka terima. Pak Dirjen ingin pimpinan pengadilan betul-betul memperhatikan nasib mereka.

Memperjuangkan para honorer menjadi CPNS memang tidak mudah. Namun, menurut Pak Dirjen, banyak cara lain untuk membesarkan hati mereka.

“Tanggung jawab pimpinan pengadilan untuk menghidupi seluruh hamba Allah yang ada di pengadilan. Jangan sampai tidak terurus,” Pak Dirjen mengingatkan.

 

10. Selenggarakan doa bersama secara rutin

Saat ini, menurut Dirjen Badilag, banyak persoalan serius yang dihadapi bangsa, negara, dan lembaga peradilan. Pimpinan MA, ujarnya, sedang berjuang untuk memajukan lembaga, serta meningkatkan kewibawaan dan kesejahteraan aparaturnya. “Beliau-beliau berjuang secara fisik, kita berjuang dengan doa,” ujarnya.

Pak Dirjen mengharapkan tiap-tiap pimpinan pengadilan menggerakkan para hakim, pejabat dan pegawai untuk menggelar doa bersama.

“Mari kita berunjuk rasa kepada Tuhan. Kalau tidak bisa tiap pekan, minimal tiap bulan sekali kita bikin doa bersama, istighosah, atau apapun namanya,” tuturnya.

[hermansyah]

 

Rapat Dinas

RAPAT DINAS RUTIN BULAN DESEMBER 2016

Hari Jum’at tanggal 23 Desember 2016 Ketua Pengadilan Agama Surakarta dengan didampingi Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris memimpin rapat dinas terakhir di tahun 2016, dan rapat tersebut dihadiri oleh segenap Pegawai mulai dari Hakim, Pejabat Fungsional dan Struktural, Pegawai dilingkungan Kepaniteraan dan Kesekretariatan serta Pegawai Honorer.

Dalam Pengarahan dan Pembinaanya, Ketua Pengadilan Agama Surakarta menyampaikan evaluasi terhadap kinerja masing-masing Pegawai, dan diharapkan dengan adanya evaluasi tersebut  masing-masing Pegawai mengetahui pekerjaan mana yang belum bisa direalisasikan di tahun 2016.

Disamping hal tersebut, Ketua Pengadilan Agama Surakarta juga menyampaikan teknis persiapan pelaksanaan pembuatan Laporan Tahunan 2016 dan pembuatan Vidio Profil PA Surakarta kepada Pejabat yang terkait, dengan adanya persiapan yang matang dua kegiatan tersebut diharapkan selesai tepat waktu kemudian dapat dilaporkan ke PTA Semarang.

Wakil Ketua Pengadilan Agama Surakarta juga menyampaikan evaluasi kepada Pegawai yang terkait dengan kebersihan, penambahan ruangan untuk merokok, menyusui dan permainan anak, juga tentang batas akhir penerimaan perkara di tahun 2016.

Kegiatan rapat pada hari itu diakhiri dengan penyampaian informasi dari Panitera dan Sekretaris kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kritik dan saran dari beberapa peserta rapat  yang pada intinya segenap aparatur Pengadilan Agama Surakarta bertekad memperbaiki kinerja di tahun 2017.

Renungan Jumat

TERTAWALAH KARENA ALLAH DAN MENANGISLAH KARENA ALLAH

 

 

 

            Kalau kita rinci orang bisa tertawa karena 3 hal, pertama tertawa karena rasa gembira, kedua karena menghina atau mencemooh orang lain dan ketiga tertawa karena gila, demikian juga menangis dapat dibagi menjadi 3, mengangis karena sedih, kedua menangis karena terharu yaitu antara sedih dan gembira dan ketiga menangis karena pura pura atau istilahnya air mata buaya.

 

 

          Tertawa karena gembira jelas, seseorang apabila mendapatkan anugerah atau karunia segala sesuatu yang menyenangkan dari Allah SWT. ia pasti tertawa atau setidak tidaknya tersenyum, contoh ada orang mendapat undian berhadiyah dari salah satu Bank berupa mobil atau sepeda motor, atau seorang gadis lama memimpikan dilamar seorang perjaka, tiba tiba menjadi kenyataan, ia dilamar perjaka yang mapan, tampan dan dapat menjadi imam, atau seorang PNS yang naik pangkatnya atau naik jabatannya atau naik gajinya, atau suami isteri yang sudah lama merindukan lahirnya seorang bayi dari hasil pernikahan mereka kini calon ibu itu benar benar hamil dan contoh lainnya, tentu saja hati mereka berbunga bunga dengan ekspresi wajahnya yang cerah selalu senyum dibibirnya bahkan hingga tertawa riang gembira. Inilah sebagian kecil nikmat Allah yang diberikan kepada manusia dari sekian banyak nikmat lainnya yang wajib kita syukuri.

 

 

          Ada juga orang tertawa karena menghina atau merendahkan kepada kawannya yang melakukan kekeliruan atau kesalahan atau sesuatu yang tidak ia sukai, contoh : ada kawannya jatuh dari sepeda motor, ia tidak segera menolong malah ditertawakan, ada kawannya salah membaca Al Quran bukannya dibetulkan malah ditertawakan dan lain lain. Kesalahan yang terjadi pada orang lain sangat berpeluang terjadi pada diri kita, oleh karena itu janganlah kita mentertawakan orang lain jika kita tidak mau ditertawakan orang lain karena kesalahan kita.

 

 

 

          Tertawa karena gila tidak kita bahas disini, karena yang namanya orang gila  terserah mau apa kek, tersenyum kek, tertawa kek, menangis kek, teriyak teriyak kek, tidak ada hukumnya, wong namanya saja orang gila, akan tetapi pernah terjadi ada seorang gadis duduk sendirian di suatu taman, dia menangis, lalu tertawa, sesaat kemudian teriak teriak marah marah padahal ia tidak gila, eeh ternyata setelah diperhatikan ia sedang menghafal teks scenario teater yang akan ditampilkan di sekolahnya nanti malam.   

  

 

          Adapun mengangis karena sedih, itu wajar, sedih karena putus cinta, sedih karena kehilangan harta miliknya yang berharga baik karena dicuri orang, atau hilang di jalan atau kebakaran dan lain lain, sedih ditinggal oleh orang orang yang sangat dicintainya untuk selama lamnya, menangis karena hal hal tersebut boleh boleh saja, akan tetapi jangan sampai tangisan karena mencintai sesuatu mengalahkan cinta kita kepada Allah SWT. Cinta kepada suami jangan melebihi cintamu kepada Allah, cinta kepada isteri jangan melebihi cintamu kepada Allah, cinta kepada anak jangan melebihi cintamu kepada Allah, cinta Laila kepada Kais jangan melebini cintanya kepada Allah, Kais meninggal, akhirnya Laila gila namanya Laila majenun. Maka kata kata mutiara arab yang berbunyi: “cintailah kekasihmu sekedarnya saja, karena bisa jadi suatu saat bisa menjadi musuhmu, bencilah musuhmu sekedarnya saja, karena bisa jadi suatu saat bisa menjadi orang yang kau cintai.

 

 

          Ada juga menangis karena terharu, biasanya hal ini terjadi karena segala sesuatu datang yang tiba tiba dan tidak dinyana nyana dan tidak di duga duga, contoh: seorang ibu hidup dengan seorang anak gadisnya di pelosok kampung dengan kehidupan yang serba kekurangan, dia hanya bercita cita jika sakit sampai mati nanti ada yang merawatnya, tiba tiba ada seorang laki laki baik dan kaya melamar anaknya tersebut untuk dinikahi akan tetapi harus dibawa ke kota ikut suaminya, ibu itu menangis karena akan berpisah dengan anaknya, akan tetapi bembira karena anaknya ada yang menyutingnya, ini menunjukkan kebesaran Allah bahwa jika Allah menghendaki sesuatu kebaikan maka tidak ada yang bisa menghalanginya oleh karena itu kita tidak boleh putus asa berdoa dan berdoa disertai ikhtiyar dan tawakkal.

 

 

          Menangis karena air mata buaya artinya menangis pura pura, menangis agar dikasihani orang lain, dengan menangis agar tercapai kehendak dan harapannya. Atau ikut menangis atas kesedihan orang lain pada hal ia malah gembira atas sedihnya orang lain tersebut, Menangis semacam ini dilarang oleh agama karena tangisan tipu tipuan, atau tangisan kemunafikan, jika kita menangis karena merasa sedih menangislah karena Allah, jangan sampai kita menangis pada hal sebenarnya hatinya tertawa dan gembira itu namanya “tertawa di atas duka “ (kayak judul lagu saja)

 

          Ada kata hikmah yang berbunyi: ketika engkau lahir di dunia engkau menangis, sedangkan orang yang menyambutmu semua tertawa dan gembira, jadilah orang yang tertawa saat engkau meninggalkan dunia ini, sementara orang yang berada disekelilingmu, menangis karena mengenang kebaikan kebaikanmu”. >> pak makmun-surakarta

 

Kunjungan Ka Biro Keuangan MA RI

KEPALA BIRO KEUANGAN MA RI BERKUNJUNG KE PA SURAKARTA

 

Hari Kamis tanggal 24 November 2016 sekitar pukul 13.00 WIB, Bapak Drs.Abdul Qodir, S.H. M.H. (Ketua) dengan didampingi Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama Surakarta, menerima kunjungan rombongan Pejabat Mahkamah Agung RI yang di pimpin oleh Kepala Biro Keuangan MA RI (Bapak Sutisna, S.Sos. M.Pd.).

 

 

 

Alhamdulillah beliau sampaikan ketika melihat dan memperhatikan hasil pelaksanaan dari Penambahan Gedung dan Bangunan untuk Ruang Tunggu dan Ruang Arsip, serta berkenan menunaikan Ibadah Sholat Dzuhur di Mushola yang baru bangunanya bersebelahan dengan Ruang Tunggu Pengadilan Agama Surakarta.

 

 

 

Dalam kesempatan itu pula Pejabat dari Biro Keuangan MA RI melakukan Pembinaan dan Pengawasan kepada Bendahara Penerima didalam hal penanganan dan pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang selama ini sudah dilaksanakan di Pengadilan Agama Surakarta.

 

 

Pukul 14.30 WIB rombongan Kepala Biro Keuangan MARI meninggalkan Kantor Pengadilan Agama Surakarta menuju Semarang yang sebelumnya mengadakan kunjungan ke Pengadilan Agama Klaten.

 

Sosialisasi SIWAS & Rapat Rutin

SOSIALISASI IMPLEMENTASI APLIKASI SIWAS MA-RI DI RAPAT RUTIN BULANAN PENGADILAN AGAMA SURAKARTA

 

 

 

Pengadilan Agama Surakarta pada hari Selasa tanggal 22 November 2016 dengan dihadiri oleh segenap Pejabat dan Pegawai melaksanakan 3 (tiga) kegiatan langsung yang dikemas dalam acara Rapat Rutin Bulanan.

 

 

Adapun 3 (tiga) kegiatan dimaksud adalah :

 

-       Pengambilan Sumpah Pegawai Negeri Sipil;

 

-       Sosialisasi Implementasi Aplikasi SIWAS;

 

-       Rapat Pembinaan Bulan November.

 

 

          

 

 

 

Pegawai yang diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Agama Surakarta adalah Ilham Rosyadi, S.H. sebagaimana Surat Keputusan Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI Nomor : 11/BUA/PNS.00.2/9/2016 tanggal 28 September 2016.

 

 

 

Dalam sambutan sekaligus Pengarahanya Ketua Pengadilan Agama Surakarta menyampaikan ucapan “ Selamat “ kepada Pegawai yang baru saja diambil sumpahnya, mudah-mudahan menjadi pintu masuk untuk meraih kesuksesan serta karier dimasa yang akan datang;

 

 

 

 

Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan rapat rutin bulanan semacam ini adalah sarana untuk koreksi dan evaluasi diri untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan, sekaligus sebagai sarana untuk menindak lanjuti aturan-aturan yang ada di Perma Nomor : 9 tahun 2016 tentang pengawasan yang telah di sosialisasikan pada waktu rapat yang yang lalu.

 

Dalam acara Sosialisasi Aplikasi Sistem  Informasi Pengawasan MA-RI (SIWAS MA-RI) Wakil Ketua dan Panitera Pengadilan Agama Surakarta menyampaikan informasi dari hasil kegiatan Sosialisasi tersebut yang dilaksanakan oleh Pengadilan Tinggi Agama Semarang pada tanggal 7 November 2016 di Hotel Grasia Semarang.

 

 

 

 

 

Ada 3 (tiga) sesi yang beliau sampaikan dari oleh-oleh sosialisasi tersebut, yakni :

 

Sesi I : Pemantapan 8 area Reformasi Birokrasi yang disampaikan oleh H. Nur Sani, S.H. selaku Sekretaris PTA Jawa Tengah;

 

Sesi II : penyampaian Ranah Kebijakan Serta Bisnis Proses dalam Aplikasi SIWAS MA-RI oleh Dr. H. Mulyadi Z, S.H., M.A.g.

 

Sesi III : penyampaian Teknis dalam Pengoperasian Aplikasi SIWAS MA-RI oleh Widodo Arif Wicaksono, S.Kom, Staf Ahli IT PTA Semarang.

 

Tepat Pukul 15.00 WIB kegiatan rapat rutin bulanan Pengadilan Agama Surakarta ditutup dengan bersama-sama membaca Hamdalah.

 

Subcategories

Jadwal Sidang

Pimpinan

Drs. ABDUL QODIR, SH.MH | Ketua Pengadilan Agama Surakarta
Drs. MAHMUDDIN, SH.MH | Wakil Ketua Pengadilan Agama Surakarta
Dra. Hj. CHAIRIYAH | Hakim Pengadilan Agama Surakarta
Drs. H. MAKMUN, M.H. | Hakim Pengadilan Agama Surakarta
Drs. JAYIN, SH | Hakim Pengadilan Agama Surakarta
H. ZUBAIDI, SH | Hakim Pengadilan Agama Surakarta
Elis Rahmahwati, SHI., S.H., M.H,.| Hakim Pengadilan Agama Surakarta
M. MUNIR, SH, MH | Panitera Pengadilan Agama Surakarta
ICHWAN FIRMANSYAH ASSIDIQI, S.Ag | Sekertaris Pengadilan Agama Surakarta

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Badan Peradilan Agama

SIPP - MA

SIWAS

PTA Semarang