logo mahkamah agung website ramah difable

Renungan Jumat

TERTAWALAH KARENA ALLAH DAN MENANGISLAH KARENA ALLAH

 

 

 

            Kalau kita rinci orang bisa tertawa karena 3 hal, pertama tertawa karena rasa gembira, kedua karena menghina atau mencemooh orang lain dan ketiga tertawa karena gila, demikian juga menangis dapat dibagi menjadi 3, mengangis karena sedih, kedua menangis karena terharu yaitu antara sedih dan gembira dan ketiga menangis karena pura pura atau istilahnya air mata buaya.

 

 

          Tertawa karena gembira jelas, seseorang apabila mendapatkan anugerah atau karunia segala sesuatu yang menyenangkan dari Allah SWT. ia pasti tertawa atau setidak tidaknya tersenyum, contoh ada orang mendapat undian berhadiyah dari salah satu Bank berupa mobil atau sepeda motor, atau seorang gadis lama memimpikan dilamar seorang perjaka, tiba tiba menjadi kenyataan, ia dilamar perjaka yang mapan, tampan dan dapat menjadi imam, atau seorang PNS yang naik pangkatnya atau naik jabatannya atau naik gajinya, atau suami isteri yang sudah lama merindukan lahirnya seorang bayi dari hasil pernikahan mereka kini calon ibu itu benar benar hamil dan contoh lainnya, tentu saja hati mereka berbunga bunga dengan ekspresi wajahnya yang cerah selalu senyum dibibirnya bahkan hingga tertawa riang gembira. Inilah sebagian kecil nikmat Allah yang diberikan kepada manusia dari sekian banyak nikmat lainnya yang wajib kita syukuri.

 

 

          Ada juga orang tertawa karena menghina atau merendahkan kepada kawannya yang melakukan kekeliruan atau kesalahan atau sesuatu yang tidak ia sukai, contoh : ada kawannya jatuh dari sepeda motor, ia tidak segera menolong malah ditertawakan, ada kawannya salah membaca Al Quran bukannya dibetulkan malah ditertawakan dan lain lain. Kesalahan yang terjadi pada orang lain sangat berpeluang terjadi pada diri kita, oleh karena itu janganlah kita mentertawakan orang lain jika kita tidak mau ditertawakan orang lain karena kesalahan kita.

 

 

 

          Tertawa karena gila tidak kita bahas disini, karena yang namanya orang gila  terserah mau apa kek, tersenyum kek, tertawa kek, menangis kek, teriyak teriyak kek, tidak ada hukumnya, wong namanya saja orang gila, akan tetapi pernah terjadi ada seorang gadis duduk sendirian di suatu taman, dia menangis, lalu tertawa, sesaat kemudian teriak teriak marah marah padahal ia tidak gila, eeh ternyata setelah diperhatikan ia sedang menghafal teks scenario teater yang akan ditampilkan di sekolahnya nanti malam.   

  

 

          Adapun mengangis karena sedih, itu wajar, sedih karena putus cinta, sedih karena kehilangan harta miliknya yang berharga baik karena dicuri orang, atau hilang di jalan atau kebakaran dan lain lain, sedih ditinggal oleh orang orang yang sangat dicintainya untuk selama lamnya, menangis karena hal hal tersebut boleh boleh saja, akan tetapi jangan sampai tangisan karena mencintai sesuatu mengalahkan cinta kita kepada Allah SWT. Cinta kepada suami jangan melebihi cintamu kepada Allah, cinta kepada isteri jangan melebihi cintamu kepada Allah, cinta kepada anak jangan melebihi cintamu kepada Allah, cinta Laila kepada Kais jangan melebini cintanya kepada Allah, Kais meninggal, akhirnya Laila gila namanya Laila majenun. Maka kata kata mutiara arab yang berbunyi: “cintailah kekasihmu sekedarnya saja, karena bisa jadi suatu saat bisa menjadi musuhmu, bencilah musuhmu sekedarnya saja, karena bisa jadi suatu saat bisa menjadi orang yang kau cintai.

 

 

          Ada juga menangis karena terharu, biasanya hal ini terjadi karena segala sesuatu datang yang tiba tiba dan tidak dinyana nyana dan tidak di duga duga, contoh: seorang ibu hidup dengan seorang anak gadisnya di pelosok kampung dengan kehidupan yang serba kekurangan, dia hanya bercita cita jika sakit sampai mati nanti ada yang merawatnya, tiba tiba ada seorang laki laki baik dan kaya melamar anaknya tersebut untuk dinikahi akan tetapi harus dibawa ke kota ikut suaminya, ibu itu menangis karena akan berpisah dengan anaknya, akan tetapi bembira karena anaknya ada yang menyutingnya, ini menunjukkan kebesaran Allah bahwa jika Allah menghendaki sesuatu kebaikan maka tidak ada yang bisa menghalanginya oleh karena itu kita tidak boleh putus asa berdoa dan berdoa disertai ikhtiyar dan tawakkal.

 

 

          Menangis karena air mata buaya artinya menangis pura pura, menangis agar dikasihani orang lain, dengan menangis agar tercapai kehendak dan harapannya. Atau ikut menangis atas kesedihan orang lain pada hal ia malah gembira atas sedihnya orang lain tersebut, Menangis semacam ini dilarang oleh agama karena tangisan tipu tipuan, atau tangisan kemunafikan, jika kita menangis karena merasa sedih menangislah karena Allah, jangan sampai kita menangis pada hal sebenarnya hatinya tertawa dan gembira itu namanya “tertawa di atas duka “ (kayak judul lagu saja)

 

          Ada kata hikmah yang berbunyi: ketika engkau lahir di dunia engkau menangis, sedangkan orang yang menyambutmu semua tertawa dan gembira, jadilah orang yang tertawa saat engkau meninggalkan dunia ini, sementara orang yang berada disekelilingmu, menangis karena mengenang kebaikan kebaikanmu”. >> pak makmun-surakarta

 

Sosialisasi SIWAS & Rapat Rutin

SOSIALISASI IMPLEMENTASI APLIKASI SIWAS MA-RI DI RAPAT RUTIN BULANAN PENGADILAN AGAMA SURAKARTA

 

 

 

Pengadilan Agama Surakarta pada hari Selasa tanggal 22 November 2016 dengan dihadiri oleh segenap Pejabat dan Pegawai melaksanakan 3 (tiga) kegiatan langsung yang dikemas dalam acara Rapat Rutin Bulanan.

 

 

Adapun 3 (tiga) kegiatan dimaksud adalah :

 

-       Pengambilan Sumpah Pegawai Negeri Sipil;

 

-       Sosialisasi Implementasi Aplikasi SIWAS;

 

-       Rapat Pembinaan Bulan November.

 

 

          

 

 

 

Pegawai yang diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Agama Surakarta adalah Ilham Rosyadi, S.H. sebagaimana Surat Keputusan Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI Nomor : 11/BUA/PNS.00.2/9/2016 tanggal 28 September 2016.

 

 

 

Dalam sambutan sekaligus Pengarahanya Ketua Pengadilan Agama Surakarta menyampaikan ucapan “ Selamat “ kepada Pegawai yang baru saja diambil sumpahnya, mudah-mudahan menjadi pintu masuk untuk meraih kesuksesan serta karier dimasa yang akan datang;

 

 

 

 

Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan rapat rutin bulanan semacam ini adalah sarana untuk koreksi dan evaluasi diri untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan, sekaligus sebagai sarana untuk menindak lanjuti aturan-aturan yang ada di Perma Nomor : 9 tahun 2016 tentang pengawasan yang telah di sosialisasikan pada waktu rapat yang yang lalu.

 

Dalam acara Sosialisasi Aplikasi Sistem  Informasi Pengawasan MA-RI (SIWAS MA-RI) Wakil Ketua dan Panitera Pengadilan Agama Surakarta menyampaikan informasi dari hasil kegiatan Sosialisasi tersebut yang dilaksanakan oleh Pengadilan Tinggi Agama Semarang pada tanggal 7 November 2016 di Hotel Grasia Semarang.

 

 

 

 

 

Ada 3 (tiga) sesi yang beliau sampaikan dari oleh-oleh sosialisasi tersebut, yakni :

 

Sesi I : Pemantapan 8 area Reformasi Birokrasi yang disampaikan oleh H. Nur Sani, S.H. selaku Sekretaris PTA Jawa Tengah;

 

Sesi II : penyampaian Ranah Kebijakan Serta Bisnis Proses dalam Aplikasi SIWAS MA-RI oleh Dr. H. Mulyadi Z, S.H., M.A.g.

 

Sesi III : penyampaian Teknis dalam Pengoperasian Aplikasi SIWAS MA-RI oleh Widodo Arif Wicaksono, S.Kom, Staf Ahli IT PTA Semarang.

 

Tepat Pukul 15.00 WIB kegiatan rapat rutin bulanan Pengadilan Agama Surakarta ditutup dengan bersama-sama membaca Hamdalah.

 

Subcategories


Sistem Informasi Penelusuran Perkara

TypographyDengan diterbitkannya Surat Edaran Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 3/DJU/HM02.3/6/2014 tentang Administrasi Pengadilan Berbasis Teknologi Informasi maka peran Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP Versi 3.1.3), selanjutnya disebut sebagai SIPP, menjadi semakin penting dan diandalkan untuk proses administrasi dan penyediaan informasi baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.

Lebih Lanjut

Pencarian Peraturan Perundangan, Kebijakan Peradilan dan Yurisprudensi

Pencarian Peraturan Perundangan, Kebijakan Peradilan dan Yurisprudensi Pencarian cepat data Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Mahkamah Agung Republik Indonesia

 

LPSE

TypographyLayanan Pengadaan Secara Elektronik Mahkamah Agung RI.

Kunjungi

E-LEARNING

TypographyE-Learning Mahkamah Agung RI

Kunjungi